Angka Stunting Kabupaten Seluma Tembus 428 Orang

  • Whatsapp

Seluma, ramaonline.co – Stunting merupakan masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya. Kondisi tubuh anak yang pendek seringkali dikatakan sebagai faktor keturunan (genetik) dari kedua orang tuanya, sehingga masyarakat banyak yang hanya menerima tanpa berbuat apa-apa untuk mencegahnya. Padahal seperti kita ketahui, genetika merupakan faktor determinan kesehatan yang paling kecil pengaruhnya bila dibandingkan dengan faktor perilaku, lingkungan (sosial, ekonomi, budaya, politik), dan pelayanan kesehatan. Dengan kata lain, stunting merupakan masalah yang sebenarnya bisa dicegah. Salah satu fokus pemerintah saat ini adalah pencegahan stunting. Upaya ini bertujuan agar anak-anak Indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dan maksimal, dengan disertai kemampuan emosional, sosial, dan fisik yang siap untuk belajar, serta mampu berinovasi dan berkompetisi di tingkat global. (dirilis dari Kementerian Kesehatan RI)
Sekretaris Daerah Kabupaten Seluma Hardianto, SE, MM, M.Si saat dikonfirmasi diruang kerjannya, Rabu (12/10/22) memaparkan bahwa saat ini angka Stunting di Kabupaten Seluma mencapai 428 orang. Untuk menekan angka tersebut perlu adanya sosialisasi kepada masyarakat akan pentingnya menghindari nikah diusia dini karena menyangkut income keluarga dan pola makan yang sehat, pola asuh yang berhuungan dengan kesehatan, dan perbaikan sanitasi yang meliputi akses air bersih dan jamban keluarga.

“Di daerah kita terdapat 428 orang Stunting. Kedepannya upaya yang dilakukan untuk menekan angka Stunting yang pertama selalu sosialisasi, baik melalui ustad, tokoh agama, atau toko masyarakat. Kita menyampaikan kepada adik sanak bahwa Stunting dapat disebabkan oleh perkawinan usia dini, dengan demikian mensosialisasikan kepada para remaja untuk menghindari perkawinan di usia dini, yang kedua mensosialisasikan bahwa pentingnya jamban disetiap keluarga, dan yang ketiga selalu menjaga kesehatan keluarga “ papar Hardianto (Hr)

  • Whatsapp

Pos terkait