Gerak cepat penanganan rusun 24 Ilir kota palembang, Basyarudin temui Wako kemaren

SUMSELMETROPOLIS-ramaonline.co…Seolah menakutkan apabila ketika hujan mulai turun mengguyur Kota Palembang Sumatera Selatan, hati mulai was-was, fikiran mulai tak tenang, siaga satu mulai diberlakukan dalam menyambut datangnya Musim hujan seperti saat ini.

Seperti contohnya beberapa hari yang lalu, Banjir hampir mengenangi seluruh jalan utama kota Palembang, Transportasi lumpuh, macet terjadi dimana-mana, ratusan rumah warga terendam, dan lebih mirisnya banjir kali ini memakan korban seorang wanita yang berprofesi sebagai Ojek Online yang terbawa arus banjir dan ditemukan digorong-gorong.

Masalah banjir dikota Palembang sudah termasuk masalah besar dan sangat serius, untuk itu perlu penanganan yang cepat dan tepat, masalah banjir ini bukan hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Palembang saja, melainkan juga harus melibatkan Pemprov Sumatera selatan yang juga harus bertanggung jawab untuk mencari solusi penanganan soal banjir ini.

Kemaren Minggu (26/12) perwakilan Pemprov Sumatera Selatan Basyaruddin Akhmad, M.Sc yang juga Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Provinsi Sumatera Selatan melakukan berbagai pertemuan dengan beberapa stockholder terkait untuk mendiskusikan permasalahan dan penanganan banjir dikota Palembang, bersama Walikota Palembang H. Harno Joyo siang kemaren Basyaruddin akhmad, M.Sc membahas mengenai rencana Revitalisasi Rusun 24 ilir yang mana kondisinya sudah sangat kumuh dan sudah mengurangi keindahan kota.

“Penataan kawasan Rusun 24 Ilir memang sudah harus dilakukan oleh pemerintah Kota saat ini, bersama Pak Wali kota kemaren saya mencoba memberikan beberapa konsep pendekatan yang dapat dilakukan dengan Masyarakat yakni dengan menggunakan konsep Collective Housing, Yang pertama adalah on site reconstruction terhadap Rusun yang ada yaitu pembangunan kembali yang dilakukan di lahan yang sama dengan skema B to B antara Perumnas dan investor swasta, Selanjutnya yang kedua dapat dilakukan relocation terhadap masyarakat yang tinggal di Rusun dengan membangunkan Rusunawa/Rusunami dilahan bagian belakang seluas 2 ha dari Rencana pembangunan Central Business dan Apartement, Adanya relokasi ini memungkinkan masyarakat untuk memiliki sebuah tempat tinggal secara lebih aman karena mereka memiliki rusun yang baru, lebih tertata dan tetap berada ditengah kota sehingga tidak memerlukan adaptasi terhadap lingkungannya yang baru, ungkap basyar.

Sebelumnya pada hari yang sama Basyarudin ahkmad, M.Sc juga melakukan diskusi santai dengan Kepala Balai Sungai Provinsi Sumatera selatan Maryadi membahas mengenai penanggulangan soal banjir ini, ”Selain memperbanyak kolam retensi dan melakukan normalisasi drainase kota yang tersumbat, menyempit ataupun terjadinya pendangkalan, kita juga sudah harus memikirkan penataan dan perijinan untuk pembangunan di Kota Palembang seperti: Semua Gedung/bangunan milik Pemerintah harus ada dibuat sumur resapan dan lubang biopori yang disesuaikan dengan luas ukuran Gedung, Untuk bangunan umum atau milik masyarakat dengan luas diatas 500 m2 harus ada minimal 1 sumur resapan dan beberapa lubang biopori, Setiap Developer harus membuat lubang biopori yang luas ukuran perumahannya, Untuk pembangunan di kawasan rawa harus menyisakan 40 % lahannya untuk penataan air mikro dan kolam retensi, Pengembangan konsep rumah panggung untuk perumahan di daerah rawa, Memperbanyak ruang terbuka hijau dan area hutan kota.’ Tutup Basyar.

Pewarta/Editor: aamp80

Bagikan Ini :