Harapan Baru Perbaikan Mutu Pendidikan Setelah UNBK Diganti ANBK

Bengkulu, Ramaonline.co – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mulai tahun 2021 menganti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) menjadi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK). Terdapat perbedaan yang mendasar antara UNBK dan ANBK. UNBK dilaksanakan diakhir jenjang pendidikan sedangkan ANBK dilaksanakan ditengah jenjang pendidikan. UNBK setelah dilaksanakan maka tidak memungkinkan lagi untuk perbaikan kualitas siswa sedangkan setelah pelaksanaan ANBK masih dimungkinkan lagi untuk perbaikan kualitas siswa karena waktu belajar di sekolah masih tersisa. Pelaksaan UNBK diujikan beberapa mata pelajaran umum dan jurusan sedangkan pada pelaksanaan ANBK hanya diujikan kompetensi literasi, kompetensi numerasi, dan karakter. UNBK siswa cenderung untuk menghafal sedangkan pada ANBK siswa dilatih untuk berpikir secara nalar. Dampak stress pada siswa akibat UNBK lebih tinggi daripada ANBK. Hasil dari UNBK hanya menjadi tolak ukur keberhasilan siswa secara personal sedangan hasil dari ANBK dapat menjadi tolak ukur perkembangan siswa atau keberhasilan satuan pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, Drs. Eri Yulian Hidayat, M.Pd melalui Kepala Bidang SMA Zahirman Aidi, Kamis (23/9) saat dikonfirmasi di ruang kerjanya menjelaskan bahwa pelaksaan ANBK untuk SMA/SMK digelar pada bulan Septemer ini, SMK mulai Tanggal 23 September dan SMA dilaksanakan pada Tanggal 27 -30 September 2021. Pelaksanaan ANBK di Provinsi Bengkulu secara teknis tidak ada kendala karena pihak panitia sudah menyiapkan sejak awal. ANBK ini bertujuan untuk perbaikan mutu pendidikan secara keseluruhan.”Untuk SMA pelaksanaan ANBK akan digelar pada Tanggal 27 dan 28 September untuk tahap pertama kemudian pada Tanggal 29 dan 30 September untuk tahap kedua. Secara teknis pelaksaan ANBK di Provinsi kita Bengkulu gak ada yang berarti karena. Belum ada SMA yang berada di daerah yang kategori terisolir sehingga terkendala jaringan internet. Sekolah harus melaksanakn ANBK sebaik mungkin agar hasilnya nanti dapat dijadikan instrument yang lengkap dalam pemetaan sekolah. Hasil pemetaan inilah yang menjadi dasar kebijakan pemerintah dalam mengambil keputusan untuk peraikan mutu pendidikan” paparnya (Hr)

Bagikan Ini :