Ketua BPD Desa Pagar Banyu Kedurang Ilir Tegaskan TPK agar Berdayakan Masarakat Sendiri

“Dengan menerapkan protokol kesehatan. Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Pagar Banyu Kecamatan Kedurang Ilir Kabupaten Bengkulu Selatan melaksanakan kegiatan musyawarah atau sosialisasi Pra Pelaksanaan Pembangunan Gedung Serba Guna Tahun anggaran 20201. Rabu (16/06/2021).Kegiatan tersebut turut di hadiri Pjs. Kepala Desa Pagar Banyu beserta Perangkatnya , Ketua BPD dan seluruh anggota, Bhabinkamtibmas Polsek Kedurang, Babinsa Koramil Kayu Kunyit dan seluruh tamu undangan dari unsur masyarakat.

“Pada kesempatan itu Pjs. Kepala Desa Pagar Banyu Badi Ra’ip menjelaskan, musyawarah Pra Pelaksanaan pembangunan Desa merupakan tahapan sosialisasi Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) dalam rangka untuk melaksanakan tahapan persiapan pelaksanaan pembangunan Desa.

Peserta musyawarah prapelaksanaan kegiatan pembangunan gedung serba guna

“Tujuannya untuk menentukan waktu pelaksanaan kegiatan dan menyepakati hal-hal yang sifatnya Setrategis, seperti penyiapan tenaga kerja, upah tenaga kerja, pengadaan barang dan jasa,” ungkap Badi dalam sambutanya.

Dikatakan Badi, terkait dengan hal-hal teknis seperti pengadaan barang dan jasa dirinya selaku Pemegang Kekuasaan Pengelolaan Keuangan Desa (PKPKDES) sudah membentuk Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) melalui Surat Keputusan (SK) Kepala Desa tentang pengangkatan TPK Kegiatan Pembangunan Gedung Serba Guna. Hal itu sesuai dengan Perbup Bengkulu Selatan tentang pengadaan barang dan jasa.

“Jadi intinya dalam musyawarah ini silahkan masyarakat yang mempunyai keahlian di bidang pertukangan silahkan mendaftarkan diri ke TPK, sebab kegiatan kita ini dilaksankan secara swakelola atau dikerjakan oleh masyarakat setempat, kecuali pekerjaan kontruksi ” jelas Badi.

”Khusus untuk pekerjaan kontruksi tidak sederhana, yaitu pekerjaan konstruksi yang membutuhkan tenaga ahli, tidak dapat dilaksanakan dengan cara swakelola,” ungkap Badi.

Seusai melaksanakan kegiatan Ketua TPK Kegiatan Pembangunan Gedung Serba Guna Parlin Siagian menjelaskan, berdasarkan hasil musyawarah, pekerjaan yang bukan kontruksi akan di kerjakan secara swakelola atau padat karya tunai, kecuwali pekerjaan pengadaan barang, oleh karena itu untuk mendukung kegiatan Swakelola, pengadaan barang/jasa yang tidak dapat disediakan dengan cara swadaya, dapat dilakukan oleh Penyedia Barang/Jasa yang dianggap mampu oleh TPK.

Di tempat yang sama Ketua BPD Desa Pagar Banyu Suhanto berharap, TPK dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya harus berdasarkan aturan, sebab kegiatan Pembangunan yang bersifat fisik ini sangatlah rawan dan bisa berdampak persoalan hukum di kemudian hari.

“Bekerjalah sesuai aturan, ikutilah petunjuk teknisnya, jangan keluar dari aturan,” tegas Suhanto.

Dirinya (Suhanto) juga berpesan, setiap pekerjaan yang di luar kontruksi agar menggunakan tenaga dalam Desa, sesuai dengan bidang keahlian masyarakat, hal itu bertujuan untuk memberdayakan masyarakat desa.

“Dengan adanya kegiatan swakelola atau lebih di kenal dengan pekerjaan padat karya tunai ini, tentunya akan memberikan peluang untuk masyarakat bekerja, dengan begitu masyarakat bisa mendapatkan penghasilan, secara tidak langsung kegiatan ini akan meningkatkan perekonomian masyarakat” ungkap Suhanto. (Toni)

Editor : Redaksi

Bagikan Ini :