KRAKATAU STEEL SEMAKIN TANGGUH

  • Whatsapp

Oleh: Arianto amp

Ketua DPD Perhimpunan Jurnalis Siber (PJS) Prov. Sumsel

Tren Peningkatan Kinerja “Krakatau Steel” sejak 2020…

Terus berbenah dalam kondisi persaingan yang saat ini begitu ketat, PT. Krakatau Steel yang merupakan Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tercatat pada Kuarta ke III 2021 yang lalu meraih keuntungan Laba bersih mencapai 853 Milyar, Keuntungan yang diperoleh Krakatau Steel ini disebabkan oleh peningkatan penjualan, peningkatan efisiensi serta kontribusi anak perusahaan yang merupakan hasil transformasi secara menyeluruh di Krakatau Steel Group, hal ini diungkapkan langsung oleh Direktur utama PT. Krakatau Steel Silmy Karim.

 

Dengan melihat grafik persentase tingkat kinerja positif yang terus naik sejak terhitung dari Tahun 2020 yang lalu, Krakatau Steel dinilai telah berupaya penuh untuk Kembali mempertahankan Marwah satu-satunya perusahaan baja terbesar dan melegenda sepanjang masa di Indonesia ini, Pada Tahun 2021 Krakatau Steel bukan hanya mengalami peningkatan melalui produk hilirisasi saja, namun Krakatau Steel juga mampu menurunkan fixed cost hingga 11 % menjadi 845,4 miliar dan variable cost hingga 11% menjadi 816,7 miliar, jika dibandingkan periode hingga September tahun 2020. 

 

Melakukan Restrukturisasi dan Transformasi secara menyeluruh.

PT Krakatau Steel (persero) Tbk mencetak laba operasi sebesar Rp 2,4 triliun dan laba bersih sebesar 326 miliar, capaian ini diraih setelah perusahaan mengalami kerugian sejak 2012  atau dalam 8 tahun pembukuan, Terakhir pada 2019, Krakatau Steel masih mencatat rugi bersih sebesar US$ 503,65 juta atau setara Rp 7,45 triliun (kurs saat itu), Salah satu penyebabnya adalah penjualan produk baja di pasar domesti yang menurun drastis.

 

Setelah terus merugi, Krakatau Steel kemudian melakukan Restrukturisasi dan Transformasi, Upaya ini dinilai telah berdampak pada efisiensi serta peningkatan produktivitas di perusahaan,
tercatat biaya operasional turun 41 persen, dari Rp 4,8 triliun pada 2019 menjadi Rp 2,8 triliun pada 2020, Penurunan terjadi pada biaya Energi yang berkurang sebesar 46 persen menjadi sebesar 295 miliar pada 2020 Lalu, penurunan biaya utility sebesar 27 persen menjadi 564 miliar, selain itu, peningkatan kinerja Krakatau Steel juga terlihat dari capaian EBITDA (Earning Before Interest, Taxes, Depreciation & Amortization) yang kian membaik, Pada 2020, Krakatau Steel membukukan EBITDA sebesar Rp 1,09 triliun, dari sebelumnya minus Rp1,92 Triliun di tahun 2019.

 

Memang tidak sia-sia, ketika strategi untuk melakukan restrukturisasi serta transformasi dilakukan oleh Management Krakatau Steel pada moment yang tepat itu membuahkan hasil yang baik dan mendatangkan keuntungan yang lebih besar, lebih dari itu tingkat penilaian dan kepercayaan Publik terhadap PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk saat ini berlahan mulai kembali tumbuh, dan berharap Krakatau Steel Kembali Berjaya sebagaimanaa dulu pada masanya. 

 

Melakukan upaya Kerjasama dengan berbagai pihak.

Pada 28 Juli 2022 yang lalu, Krakatau Steel (Persero) Tbk Melakukan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Kementerian Investasi dengan Posco di Seoul, Korea Selatan, rencana penanaman investasi sebesar USD3,5 miliar, Posco adalah sebuah produsen baja terbesar ke-empat di dunia dengan kapasitas produksi mencapai 42 juta ton baja per tahun yang memiliki dua pabrik baja di Pohang dan Gwangyang, Korea Selatan, Perusahaan multinasional Korea Selatan ini juga memiliki investasi di berbagai negara seperti di Asia yaitu di Indonesia, Vietnam, Thailand, Malaysia, Filipina, dan India. Juga di Amerika Serikat, Kanada, dan Mexico, maupun di Eropa dan Australia.

 

Kemudian Krakatau Steel (Persero) Tbk juga melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan Baowu Group Zhongnan Co. Ltd. untuk reaktivasi pabrik Blast Furnace Krakatau Steel, Melalui MOU ini Krakatau Steel dan Baowu Group Zhongnan Co. Ltd. mengembangkan potensi kerja sama bisnis ke depan untuk kebutuhan reaktivasi pabrik Blast Furnace Krakatau Steel, Dengan pengalaman, sumber daya, teknologi, akses supply chain serta nama besar yang dimiliki oleh Baowu Steel Group Zhongnan akan menjadikan fasilitas pabrik Blast Furnace Krakatau Steel bisa beroperasi dengan kinerja yang baik dan dengan biaya yang kompetitif.

 

MOU selanjutnya adalah pengembangan produksi produk billet (semi finished product) seperti produk baja kategori long product seperti steel bar, section, H Beam, I Beam, dan lainnya sehingga nantinya mampu mensubstitusi produk-produk baja long product yang selama ini harus dipenuhi melalui impor, Dengan adanya penguatan industri hulu di Indonesia, Krakatau Steel akan semakin kompetitif dan menguatkan posisinya di industri baja domestik dan regional dengan tetap menghadirkan produk baja berkualitas baik.

 

Dan baru-baru ini, Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Silmy Karim terpilih menjadi Chairman SEAISI (South East Asia Iron & Steel Institute), sebuah organisasi produsen besi dan baja yang anggotanya terdiri Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, Myanmar, dan Filipina, ini adalah merupakan bukti bahwa iklim positif telah membawa perubahan baru pada Krakatau Steel sehingga produsen besi dan baja luar negeri khususnya Asia mempercayai kembali PT. Krakatau Steel sebagai kiblat Perusahaan besi dan baja terbesar di asia Tenggara.

   

Beberapa hal yang menjadi perhatian utama dari SEAISI yakni. 

Yang pertama: adalah peningkatkan utilisasi kapasitas produksi baja di Asia Tenggara dalam tingkat ekonomis untuk jangka panjang. 

Yang Kedua: adalah meningkatkan efisiensi dan produktivitas industri baja di Asia Tenggara, mengakselerasi investasi dan penggunaan teknologi yang ramah lingkungan.

Yang Ketiga: adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia Yang nantinya akan menguatkan Negara-negara anggota SEAISI dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan. 

Kita berharap sebagai anak Bangsa PT. Krakatau Steel yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Ketika ia Kembali besar dan Berjaya, tentunya akan mendatangkan keuntungan dan laba yang besar pula, dan hasil nya akan kembali pada Negara sebagai pemiliknya, yang akan bermuara untuk kesejahteraan dan kemakmuran kita bersama.

Krakatau Steel, teruslah semangat untuk berkarya demi kami, dan Negeri kita tercinta Indonesia.. MERDEKA.

 

Visi 

  • Menjadi korporasi yang kompetitif, untung dan terpercaya.

Misi

  • Mewujudkan kinerja operasional yang produktif dan efisien untuk menghasilkan produk dan jasa berkualitas yang menguntungkan. 

  • Mengembangkan bisnis baja melalui kerjasama yang saling menguntungkan dengan mitra strategis. 

  • Mengembangkan aplikasi solusi baja dan produk baja hilir untuk meningkatkan nilai tambah serta kepuasan pelanggan.  

  • Meningkatkan nilai bisnis group untuk memberikan kontribusi positif dan mengoptimalkan rantai pasokan.  

  • Mengembangkan talenta terbaik untuk dapat berkontribusi optimal dalam seluruh proses bisnis.

  • Values : AKHLAK
    • Amanah 

    Memegang teguh kepercayaan yang telah diberikan  

    • Kompeten
      Terus belajar dan mengembangkan kapasitas 

    • Harmonis
      Saling peduli dan menghargai perbedaan   

    • Loyal
      Berdedikasi dan mengutamakan kepentingan bangsa dan negara 

    • Adaptif
      Terus berinovasi dan antusias dalam menggerakkan ataupun menghadapi perubahan   

    • Kolaboratif
      Membangun kerjasama yang sinergis  

    • Values
      Progressive Hadir sebagai perusahaan yang inovatif, bergerak beriringan dengan industri, serta mampu menghadapi dengan siap segala tantangan yang ada di industri.

    • Collaborative
      Tetap memegang teguh komitmen sebagai seorang “rekan”, seorang “partner terpercaya” dan saling menumbuhkembangkan satu sama lain.

    • Robust
      Dengan semangat baru, Krakatau Steel akan tetap hadir di tengah stakeholders sebagai perusahaan besar yang didukung dengan infrastruktur yang mumpuni dan mampu memimpin industri.

  • Whatsapp

Pos terkait