Mapolres Vs Ormas ”Rivaldi” Saya curiga para penjarah ini sengaja dipelihara sebagai objek program untuk mendapatkan dana, Mapolres Mukomuko Jangan ragu tegakkan hukum dan keadilan Gas Full.

Mukomuko-ramaonline.co…Upaya Jajaran Mapolres Mukomuko yang diBackUp penuh oleh Polda Bengkulu dalam menangani tindak pidana kejahatan berkenaan dengan kasus pencurian dan Penjarahan (Panen masal) Kebun Perusahaan oleh beberapa oknum Masyarakat yang mengatas namakan group atau kelompok perkumpulan yang dilakukan secara massif dan terstruktur yang sedang marak terjadi diwilayah hukum Kabupaten Mukomuko saat ini mendapat perlawanan dari beberapa oknum Penggiat Organisasi Kemasyarakatan/Ormas yang justru bukan berdomisili diwilayah hukum Administrasi Kabupaten Mukomuko.

Oknum-oknum Ormas ini dalam advokasinya terhadap Masyarakat yang melakukan indikasi tindak pidana penjarahan TBS yang secara nyata bukanlah hak mereka itu (sebagaimana pengakuan para tersangka saat di BAP di Mapolres Mukomuko) justru menimbulkan kecurigaan dari berapa Tokoh Masyarakat, LSM dan Pers setempat, sebagaimana yang diungkapkan oleh salah seorang penggiat Organisasi Kemasyarakatan Ketua LSM Gerbek Rivaldi,” Kami selaku Warga Masyarakat Kabupaten Mukomuko yang senantiasa taat pada Azaz Negara yakni Negara Hukum yang memaknainya hukum sebagai panglima tertinggi dalam menata kehidupan berbagsa dan bernegara, bukan kekuasaan, Perangkat hukum dalam Negara hukum itu salah satunya adalah institusi Polri sebagai penegak hukum,

Lanjut Rivaldi,” Jika ada kelompok Masyarakat yang melanggar hukum dan dilakukannya secara berulang-ulang sangat tepat Aparat hukum harus melakukan penegakan hukum secara tegas, saya berharap institusi Polri khususnya Mapolres Mukomuko Polda Bengkulu jangan sampai kalah dengan kekuatan politik yang mengintimidasi atau mengintervensi penegakan hukum dari para oknum yang mengaku Aktivis, LSM yang saat ini membackUp 40 Orang para penjarah itu, 

Saya juga melihat secara legalitas Lembaga-lembaga mereka ini tidak terdaftar di KesbangPol sini, Kami Masyarakat Mukomuko ini tidak Bodoh seperti yang mereka kira, Saya curiga kalau para penjarah ini memang sengaja dipelihara untuk dijadikan objek Program oleh mereka agar Lembaga-lembaga mereka mendapatkan kucuran dana dari Funding dana luar Negeri,” ungkap Rivaldi.

Salah satu Warga Masyarakat Malin Deman Dadang Dede Hela mengungkapkan rasa kecewanya terhadap beberapa penggiat Ormas dan LSM yang ikut serta memperkeruh situasi ditengah Masyarakat saat ini,” Mereka ini siapa?, dan dari mana?, mereka tau apa soal akar masalah yang terjadi sehingga 40 para tersangka tersebut ditangkap, saya dari awal tau persis akar masalah ini, sebab saya dulu juga adalah bagian dari pelaku advokasi Masyarakat diMalin Deman soal penjarahan ini, jujur kami curiga dengan kehadiran yang mengaku-ngaku Aktivis pembela para penjarah itu, saya yakin kalau tidak ada kepentingan yang besar bagi mereka tidak mungkin mereka berkoar-koar sok menjadi pembela dalam kasus ini, kalau mereka riel ingin memberikan advokasi yang benar mestinya mereka turun ke Mukomuko ini berkoordinasi dengan Aparatur Pemerintah Daerah disini, kepolisian, dan memberi edukasi pada Masyarakat agar tidak melakukan pelanggaran hukum bukan justru membela pelanggar hukum, untuk yang mengaku Aktivis pembela Masyarakat yang mengecam dan mengutuk pihak keamanan sebagaimana yang disampaikan mereka dibeberapa laman Medsos, kami tunggu kedatangan kalian di Mukomuko, uji nyali sejauh mana kalian paham soal akar masalah yang terjadi disini ” Tutup Dadang dengan nada kesal.

Pewarta/Editor: Arie

Bagikan Ini :