Maraknya pencurian TBS dan penyerobotan lahan Perusahaan, apa tanggapan Tokoh Masyarakat Malin Deman?

  • Whatsapp

BengkuluMukomuko-Ramaonline.co…Dalam beberapa tahun terakhir ini, tercatat beberapa kali telah terjadi Tindak pidana Pencurian dan sekaligus penyerobotan lahan oleh beberapa orang oknum Masyarakat baik yang mengaku dari kelompok sosial Masyarakat, maupun perorangan dalam wilayah HGU Perusahaan yang memiliki Dokumen kepemilikan yang sah secara hukum, namun ironisnya, beberapa kali ditangkap kelompok Masyarakat yang sudah berstatus tersangka ini dilepas demikian saja dengan dalih Restoratif Justice oleh pihak kepolisian atas tekanan beberapa penjabat Pemerintah Daerah, DPRD dan Lembaga sosial pendamping para tersangka .

 

Menanggapi hal ini, salah seorang tokoh Masyarakat Kecamatan Malin Deman Bukhori menyampaikan keperihatinannya,”Pertama sekali saya selaku Masyarakat Malin Deman ingin menjelaskan bahwa, saya tahu persis lahan yang diduduki, dikuasai dan diklaim oleh beberapa oknum atau kelompok  Masyarakat yang selama ini melakukan pencurian dan penyerobotan lahan pihak Perusahaan itu adalah benar-benar milik Perusahaan PT. DDP yang saya ketahui sesuai dengan dokumen kepemilikannya yang sah, saya beserta beberapa aparat Pemerintah Desa sebenarnya sudah seringkali mengingatkan kepada seluruh Masyarakat diwilayah Kecamatan Malin Deman untuk tidak melakukan berbagai bentuk kegiatan yang melanggar hukum seperti penyerobotan lahan dan pencurian TBS, namun kenyataannya hal tersebut terus berulang terjadi,

 

Lanjut Bukhori, Kami juga heran dan aneh melihat fenomena ini, Masyarakat kok berani sekali melakukan hal yang jelas-jelas melanggar hukum ini, inikan pencurian, mengambil dan menguasai milik orang lain itu baik secara agama dan negara tidak dibenarkan dan haram hukumnya, sehingga timbul kecurigaan kami ada pihak-pihak lain yang sengaja mengompori dan seolah-olah bisa menjamin tidak terjadi apa-apa dengan para tersangka ini atas tindak pidana yang mereka lakukan, jujur sebenarnya kami sangat malu atas kejadian pencurian dan penyerobotan lahan milik orang lain yang terjadi secara berulang ini, hanya karena beberapa oknum pencuri, nama Malin Deman ini rusak, seakan-akan Masyarakat Malin Deman ini kerjanya hanya mencuri tidak ada kerja yang lain,

Dan yang lebih memperihatinkan, para pelaku pencurian ini seakan-akan kebal hukum, aneh, sudah tersangka kok bisa dikeluarkan begitu saja, dan informasinya ada pihak-pihak lain yang menjaminnya maksudnya ini apa? wong ini bukan konflik agraria kok, ini adalah murni pencurian setau saya, yang saya takutkan kalau dibuat begini para pelaku pencurian itu diatas angin dan besok-besok nya mereka akan Kembali melakukannya bahkan bisa saja mengajak kawan-kawannya yang lain untuk melakukan tindak pidana yang sama, sebab ada pihak lain yang akan menjamin mereka untuk bisa tidak ditahan, ini menurut saya berbahaya sekali, terakhir saya berharap kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Mukomuko dan DPRD untuk melihat ini dengan cermat, jangan pula ikut memanfaatkan situasi untuk pecitraan, dan kepada kepolisian juga saya berharap tolong dipantau pihak-pihak mana yang mengompori masyarakat sehingga berani melakukan tindak pidana ini, kami curiga ada indikasi beberapa Lembaga sosial yang saat ini mendirikan sekretariat di Desa-desa kami tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, ini berafiliasi dengan kelompok-kelompok ini,” Tutup Bukhori.

 

Pewarta? Editor: Ct80

 

  • Whatsapp

Pos terkait