Melalui Restorative Justice, 40 tersangka di Bebaskan, Apa kata “Badrun DPR”

Mukomuko-ramaonline.co…Didampingi oleh kedua belah pihak utusan, Perusahaan PT. Daria Dharma Pratama (DDP) menghadirkan Penasehat Hukumnya Iman Nur Islam dan Jubir Tim Advokasi ke 40 para tersangka Zelig Ilham Hamka dari Akar Fondation, Bertempat di Mapolres Mukomuko, Kapolres Mukomuko AKBP Witdiardi, S.Ik, MH Malam ini Senin (23/05) melakukan Press Release.

Press Release yang dilakukan oleh Kapolres Mukomuko ini berkenaan dengan ditangkapnya sejumlah 40 Orang Warga Kecamatan Malin Deman Kabupaten Mukomuko oleh Kepolisian dalam indikasi Tindak Pidana Penjarahan TBS disalah satu Perusahaan Perkebunan di Wilayah Kabupaten Mukomuko beberapa waktu yang lalu, setelah hampir satu minggu mendekam di sel Tahanan Mapolres Mukomuko hari ini ke 40 para tersangka tersebut melalui kuasa hukum dan Tim Advokasi kedua belah pihak, serta disaksikan oleh Forkopimda, Hadir Bupati Mukomuko, Ketua DPRD Kabupaten Mukomuko, Kajari, Dandim, dan beberapa Pejabat lainnya, akhirnya melalui kesepakatan dengan pertimbangan Kemanusiaan Pihak Perusahaan PT. Daria Dharma Pratama (DDP) dan Kapolres Mukomuko menerima Permohonan permintaan dari TIM Advokasi ke 40 Para tersangka untuk dilakukan SP3 (Pemberhentian Penyelidikan) dengan melalui Restorative Justice atau Penyelesaian persoalan Hukum diluar jalur Pengadilan.

Dengan di SP3 kannya kasus ini melalui Restorative Justice, dengan alasan mempertimbangkan faktor kemanusiaan banyak pihak merespon positif langkah yang diambil oleh Perusahaan Perkebunan PT. DDP dan Polres Mukomuko, respon positif ini disampaikan langsung oleh salah seorang Anggota DPRD Provinsi Bengkulu dapil Mukomuko H. Badrun Hasani, SH, MH sesa’at setelah Press Release dilakukan,” Saya secara Pribadi dan Lembaga memberikan Apresiasi yang tinggi terhadap Kapolres Mukomuko dalam mengambil langkah untuk menghentikan penyelidikan atau SP3 melalui Restorative Justice terhadap ke 40 Warga Kecamatan Malin Deman ini, langkah ini tentunya sudah dipertimbangan dengan bijak dan berdasarkan rasa kemanusiaan dan faktor moralitas pastinya, sehingga Kapolres Mukomuko berani melakukan langkah ini dengan melakukan proses penghentian perkara untuk ke-40 warga Malin Deman ini, 

Lanjut Badrun,” Saya berharap kepada semua pihak untuk bisa menerima keputusan yang diambil dengan sangat Bijak oleh Pak Kapolres Mukomuko ini, dan saya juga perlu tegaskan disini bahwa, dengan dilakukannya Restorative Justice yang dilakukan oleh Kapolres Mukomuko ini jangan pula dijadikan yurisprudensi bagi Masyarakat lain untuk melakukan tindakan penjarahan yang sama, atau dengan kata lain memanfaatkan sistim perkara seperti ini untuk tindakan kriminal atau tindakan hukum lainnya, kalau hal seperti ini terjadi kan repot kita jadinya, mari kita bersama-sama untuk menjaga marwah hukum agar selalu tegak dengan berkeadilan di Kabupaten ini, dan untuk Masyarakat saya menghimbau agar kedepan agar lebih berhati-hati lagi dalam melakukan aktifitas, apalagi aktifitas yang rentan sentuhan nya dengan pelanggaran hukum, Jadikan Masalah yang terjadi hari ini adalah sebuah pelajaran yang berharga, semoga kedepan Masyarakat Kabupaten mukomuko semakin cerdas dan semakin bijak dalam melakukan aktifitas dan tindakan, sehingga kasus seperti ini tidak terulang kembali,” Tutup Badrun.

 

Pewarta/Editor: Cungtu’ian80

Bagikan Ini :