Niat dari hati Gudik akan calonkan diri untuk Pilkades Tahun 2022 Kedepan

Bengkulu Selatan |Ramaonline.co

Dengan ini Gudik menyatakan bahwah dirinya akan mencalonkan diri sebagai Cakades ditahun 2022 mendatang disamping niat dari hati kecilnya,juga beberapa toko masyarakat dan keluarga besar mendukung juga untuk niat Gudik kedepan mencalonkan diri,untuk Cekades.

 Berdasarkan UU No. 6 tahun 2014 Pasal 26 tentang Desa, Kepala Desa adalah bertugas menyelenggarakan pemerintahan Desa, melaksanakan pembangunan Desa, pembinaan kemasyarakatan desa, dan pemberdayaan masyarakat Desa

Salah satu calon yang digadang-gadang Herman Sawiran biasa dipanggil sehari-hari Gudik nama cumbuan itu mampu,bergaul,berorganisasi,berpartai politik,banyak dikenla orang -orang Birokrasi dan kerja sehari hari Tani,wirasuasta dan perkerja keras demi mencukupi kebutuhan keluarga dengan jalan yang positif dan halal,Gudik asli nama Herman Sawiran  kelahiran asli Desa Palak Bengkerung 06-06-1981 Sosok pria 40 tahun itu dikenal kalem dan santun dan murah bergaul. Saat ditemui di rumahnya di Desa Palak Bengkerung , bapak dua orang anak  putri,putar itu memang terkesan tutur sapa yang rama dan santun.

Dengan kehidupan  kini, bukan hal yang sulit bagi Gudik untuk tebar pesona dalam “pertarungan” ajang pilkades Tahun depan mendatang. Tapi Gudik  tetap memilih bersikap dengan prinsip kejujuran yang dipegang teguh.

Ke inginan untuk membangun.baik itu sumberdaya manusia di desa.juga ingin menciptakan tantanan pemerintahan desa yg akuntabel dan transparan.serta menjalin komonikasi yang aktip dan bermitra.

Kejujuran adalah prinsip hidup yang jadi pegangan Gudik
Putra asli Desa palak Bengkrung itu memang bukan orang baru di Desa Gudik lahir dan dibesarkan di desa palak Bengkerung

“Selama ini saya sama sekali tidak terpikir untuk mecalonkan diri cakades  Baru sekarang inilah. Itupun karena dorongan hati setealah saya lama hidup dirantau selama 15 tahun,tetapi kini saya dan keluarga sudah pulang kekampung halaman saya dilahirkan dan di besarakan kini sudah mengijak 8 tahun dikampung halaman saya.” ucap Gudik”merendah.

Bagi Gudik ketika iya menjabat nanti jabatan kepala desa merupakan ladang pengabdian, bukan pekerjaan. “Insya Allah pekerjaan saya sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup saya sekeluarga,” begitu katanya.

“Seandainya saya dipercaya masyarakat untuk menjadi kepala Desa nantinya Selain itu, dengan menjadi kepala desa, ia bisa menyalurkan keinginannnya untuk mengurangi pengangguran melalui kegiatan semacam pelatihan ketrampilan. Termasuk juga mendongkrak perekonomian masyarakat melalui pasar tradisional dan usah Desa melalui Bumdes

“PFilosofi hidupnya Gudik yakni mengutamakan kejujuran, benar-benar dijalaninya. Hal itu pun ditanamkan kepada keluarganya. Ia mengaku merintis usaha dari minus sehingga sadar betul arti kejujuran. Termasuk nantinya dalam pengolahan dana desa, menurutnya, harus transparan.semoga niat dan tujuan saya untuk mencalonkan diri sebagai kades kedepanya tercapai sesuai harapan dan tujuan Amin “ungkapnya”(An)

Editor :Redaksi

 

Bagikan Ini :