Oknum PJS Desa Suka Bandung Tidak Libatkan Perangkat Desa dalam Pengelolaan Dana Desa

“Pengelolaan Keuangan Desa termasuk Dana Desa (DD) merupakan bagian dari upaya membangun kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memandang penting pengelolaannya harus dilakukan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Berbeda dengan oknum Pjs Kepala Desa Suka Bandung, Kecamatan Pino raya, Kabupaten Bengkulu Selatan, ibu Binaria, berdasarkan data yang berhasil di himpun media ini, oknum Pjs kades ini di duga mengambil keuntungan dari anggaran Dana Desa untuk menguntungkan kepentingan pribadi.

Dugaan ini terkuak dengan beberapa indikasi termasuk pekerjaan fisik pembangunan desa yang bersumber dari Anggaran Dana Desa (DD).

Seyogyanya didalam pengelolaan maupun pelaksanaannya, Pemerintah Desa tetap mengacu pada aturan regulasi yang telah ditetapkan, salah satunya, dengan melibatkan Pelaksana Pengelola Keuangan Desa (PPKD) dan Tim Pelaksana Kegiatan (TPK).

Wiwi Sumanti Ketua TPK Desa suka Bandung , di konfirmasi media, Jum,at (18/06) mengaku, Binaria sebagai Pjs Kades yang baru menjabat, dimana tahun 2020 lalu di mana proyek untuk tahap satu dan tahap dua semua pengadaan fisik yang dikerjakan seharusnya melalui TPK, namun ternyata semua pekerjaan tersebut di ambil alih oleh oknum Pjs Kades ini.

Secara aturan kami sudah laksanakan sesuai dengan tupoksi kami,Saya sebagai TPK hanya sekali ke lokasi pekerjaan itu pun saat pekerjaan sudah selesai , Masalah pencairan, mencari sewa alat serta jumblah uang yang di bayar kan ke pihak ketiga semua di ambil alih oleh Pjs kades Binaria semua dalam hal pekerjaan jalan usaha tani dengan nila 162 juta lebih sehingga semua terkesan di monopoli,” Jelasnya.

Lebih lanjut TPK Wiwi mengatakan kalau saya cuma mengambil honor kegiatan saja kalau urusan siapa pekerja dan berapa di bayarkan itu semua Pjs kades yang ambil dan bayar kan ,jadi saya cuma tanda tangan setelah pekerjaan selesai tegas wiwi.

Pernyataan TPK di atas di benarkan oleh sekdes saudara Tono bahwa saya cuma tahu pekerjaan itu di kerjakan tiga Minggu itu pun tidak penuh semua satu hari karena ada alat rusak ,hujan dll serta di pihak Ketiga kan pembukaan badan jalan tersebut sebesar 131 juta dan yang di PKT kan cuma 18 juta untuk pembuatan Siring saja,ujar sekdes suka bandung

“Sambung sekdes Tono mengatakan kalau saya tidak tahu menahu urusan pencairan,dan siapa yang mengerjakan,berapa di bayar kan karena Semuanya pjs kades yang kelola,”ungkapnya,

Saat Ketua BPD Feriyanto dikonfirmasi awak media juga mengaku, jika Binaria teridikasi melakukan penyimpangan anggaran Dana Desa, karena paket proyek Desa tersebut, melalui anggaran dana Desa diduga diambil alih oleh Pjs kades lansung, sementara TPK dan perangkat desa lainnya hanya dijadikan alat untuk melakukan pencairan termasuk bendahara desa,

“TPK dan Bendahara Desa di duga hanya dijadikan alat oleh Binaria untuk melakukan pencairan, semua dikendali oleh Pjs kepala desa Sendiri ,

Sebelumnya pekerjaan ini tidak kita terima tetapi setelah masyarakat yang akan menikmati jalan tersebut tanda tangan semua terpaksa saya tanda tangan ,sejujur nya saya tidak terima karena kami BPD tidak di libat kan tegas ketua BPD Feriyanto,

“Kami minta aparat penegak hukum, Inspektorat maupun BPK untuk melakukan penyelidikan atas dugaan penyimpangan dalam penggunaan Dana Desa yang dilakukan Pjs kades Binaria ini, Silakan pihak penegak hukum dan pihak terkait kawal indikasi dugaan penyalahgunaan Dana Desa suka Bandung ini,” pungkas Feriyanto.

Di tempat terpisah sekber media melalui ali Dina mengatakan bahwa ini di duga sudah terpenuhi unsur pidana nya dalam hal penyalahgunaan jabatan dan dugaan memperkaya diri sendiri serta mencari keuntungan di pekerjaan proyek bukak badan jalan ini karenakan Pjs kades tidak boleh memonopoli pekerjaan apalagi teknis lapangan dan pencairan di karenakan sudah ada yang bertanggung jawab yaitu TPK dan bendahara serta unsur panitia yang terlibat di pekerjaan itu,kades cuma mengetahui saja sebagai PA ,

Oleh karena itu dalam waktu dekat kita akan menyurati Kajari dan polres tegas Ali Dina,

Sementara, oknum Pjs kades Binaria yang belum memberikan jawaban di karenakan jarang masuk kantor sampai -sampai telah di Surati oleh BPD tetapi tetap Terus di upayakan konfirmasi Hingga berita ini di publish..Relisan MiDia Andusti.com (Toni. AdV)

Bagikan Ini :