Pemdes Desa Palak Bengkerung gelar penyuluhan Bimtek Pencegahan Stunting

  • Whatsapp

Bengkulu Selatan Ramaonline.co

“Acara program stunting digelar di kantor Desa setempat dengan di hadiri kepala Desa Yosep Raimon,perangkatnya,ketua BPD,Yahirin,Camat diwakili Nasran,kepala poskemas Henki irawan S.kep, Nara sumber Dinas Kesehatan Elpa Sari S.kep M.kes,Anisaya Mayang.sst,pendaping Desa PDL Elsa dan beserta 15 kader posyandu,Sub KB dan masyarakat setempat.selasa 11/10/2022

Disaat pembukaan yosep Raimon selaku kades membuka dan sekaligus menyampaikan kepaada para kader dan sub KB agar mengikuti program stunting ini dengan serius guna kesehatan ibu dan anak supaya bisa menjaga kesehatan baik ibu yang sedang hamil atau anak belita agar terhindar dari gizi buruk dan dapat meningkatkan kesehatan anak untuk memajukan generasi penerus nanti.Amin ” himbaunya”Kades.

Dengan program ini Generasi muda harus sadar dan memahami bahaya dan pencegahan stunting. Pasalnya, stunting tidak hanya menimbulkan masalah pertumbuhan tinggi badan anak atau kekerdilan, tetapi juga pertumbuhan otak.mari kita waspadai dan kita cega dari sekarang kita ciptakan anak sehat ibu sehat.”tutur.Elpa sari.

“Tambanya, anak yang mengalami stunting rentan memiliki daya intelektual dan nalar yang rendah sehingga sulit bersaing di masa depan.Selain itu, mereka juga rentan terhadap risiko obesitas dan penyakit komorbid, seperti darah tinggi, pada usia tua.

Hal tersebut disampaikan Elpa Sari S.Kep.M,kes dalam diseminasi informasi dan edukasi percepatan penurunan stunting bertajuk “Kepoin GenBest: Gizi Optimal untuk Generasi Millenial.

Dengan adanya kegiatan ini agar warga terutama para ibu-ibu dapat pemahaman dan pencegahan stunting kian menjadi urgensi sehingga perlu diajarkan kepada generasi muda sejak dini Dengan demikian, mereka dapat melahirkan anak yang sehat.

“Elpa sari,menjelaskan bahwa salah satu pencegahan stunting yang dapat dilakukan adalah menerapkan pola makan gizi seimbang. Selain itu, orangtua juga perlu memperhatikan porsi makan agar tidak ada makanan yang terbuang atau food waste.

“Apabila memanfaatkan makanan dengan baik,agar kesehatan kita dan anak selalu teratur dan menciptakan kesehatan sempurna.” ujarnya.

Kepala Poskesmas Hengki irawan S.kep pun menekankan pentingnya generasi muda untuk melakukan pencegahan stunting dengan pola hidup sehat.

Menurutnya, makanan bukan hanya pemenuhan rasa lapar, melainkan juga berpengaruh terhadap setiap organ di dalam tubuh.

Selain itu, banyak masyarakat yang belum mengetahui informasi kadar gizi seimbang. Sebagai contoh, jumlah asupan garam dan gula yang boleh dikonsumsi sehari-hari sejak masih kanak-kanak.

Akibatnya, setelah tumbuh dewasa, banyak anak muda sudah terjangkit berbagai penyakit, seperti diabetes dan hipertensi. Hal ini disebabkan pola makan yang tidak sesuai.bahwa salah satu cara mudah untuk mengetahui kondisi kadar gizi dalam tubuh adalah menimbang berat badan dan menyesuaikan dengan tinggi badan.

Berat badan yang kurang ataupun berlebih dapat memengaruhi kondisi kesehatan, seperti mengakibatkan kehamilan yang berisiko, diabetes, serta hipertensi.”tuturnya.Hengki.

“Tambanya”Hal tersebut juga berlaku pada ibu hamil. Elpa sari,mengatakan, kekurangan atau kelebihan berat badan saat hamil dapat memengaruhi kondisi janin sehingga anak berisiko terlahir stunting.

Karena itu, ia mengimbau agar calon ibu jangan sungkan untuk mengukur berat badan. Selain itu, calon ibu juga harus menerapkan pola makan dan hidup sehat sedini mungkin.

“Calon ibu harus menerapkan gaya hidup sehat dari sekarang. Lebih baik mencegah daripada mengobati,” katanya.(an)

Editor : Redaksi

 

  • Whatsapp

Pos terkait