Penyidik Kapolres Kepahiang Menetapkan Tiga Orang Tersangka Dalam Kasus Aborsi Yang Menewaskan Gadis Asal Rejang Lebong

Kepahiang, ramaonline.co – Berawal dari hubungan asmara korban EC (22) gadis asal Rejang Lebong dengan Tersangka AN (27) Warga Desa Padang Jaya Kecamatan Padang jaya Kabupaten Bengkulu Utara. Tersangka AN diketahui sudah mempunyai istri dan anak. Tersangka AN telah menjalin hubungan terlalu jauh dengan korban, terbukti korban EC sedang mengandung (hamil).
Tersangka AN diduga takut hubungan asmaranya dengan korban EC diketahui oleh sang istri kemudian tersangka AN berusaha untuk menggugurkan kandungan sang pacarnya itu. Tersangka AN menghubungi rekannya tersangka RY (27) Warga Jalan Baru Kelurahan Pasar Ujung Kepahiang, kemudian tersangka AN menceritakan hal tersebut dengan tersangka RY , dan saat itu tersangka RY menemui rekannya tersangka DN (36) yang berprofesi sebagai ASN ( aparatur sipil negara ) di RSUD Kabupaten Kepahiang.
Obat penggugur kandungan yang nama ilmiahnya Misoprostal diperoleh tersangka dengan cara membeli di Apotek, dibantu oleh tersangka DN setelah obat diperoleh selanjutnya tersangka DN memberikan obat Misoprostal kepada tersangka RY dan tersangka RY menyerahkan obat tersebut kepada tersangka AN dan tersangka AN memberikan obat Misoprostal tersebut kepada korban EC .
Korban EC mengalami muntah-muntah setelah mengkonsumsi obat Misoprostal yang diberikan oleh tersangka AN . Korban EC akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Kepahiang, dan setelah dilakukan perawatan selama tiga hari kemudian namun naas nyawa korban tidak dapat ditolong, Korban EC Akhirnya meninggal dunia.
Kapolres Kepahiang AKBP. Suparman, SIK, MAP yang didampingi oleh Kasat Reskrim IPTU. Doni Juniansyah Pada Keterangan PERS Yang dilakukan di depan gedung Reskrim Polres Kepahiang, Jum’at (08/04) Mengatakan bahwa saat pihaknya mendapati laporan kasus tersebut langsung bergerak cepat melakukan pengungkapan, Selanjutnya personil Satreskrim Polres Kepahiang yang dipimpin langsung oleh kasat Reskrim IPTU DONI JUNIANSYAH, S.M langsung mengamankan para pelaku dan membawanya ke Sat Reskrim Polres Kepahiang untuk dilakukan proses penyidikan lebih lanjut. Alasan sementara dari pengakuan tersangka tega mengajak korban untuk menggugurkan kandungan lantaran takut hubungan asmara mereka diketahui oleh sang Istri ” Alasan tersangka tega melakukan aborsi karena takut hubungan diketahui oleh istri,” Ujar Kapolres
Saat Dikonfirmasi mengenai kemungkinan ada korban aborsi lainnya yang dilakukan oleh para tersangka saat ini polisi tengah melakukan pengembangan,” Saat Ini Belum, Namun tetap kita akan lakukan pengembangan” papar Kapolres.
Adapun pasal yang dipersangkakan : Pasal 194 UU RI Nomor 36 tahun 2009 Tentang kesehatan Jo Pasal 55 KUHPidana atau Pasal 56 KUHPidana atau Pasal 196 UU RI Nomor 36 tahun 2009 Tentang kesehatan Jo Pasal 55 KUHPidana atau Pasal 56 KUHPidana dengan ancaman hukuman 10 tahun dan denda paling banyak Rp.1.000.000.000 ( satu miliar rupiah ) (Hr)

Bagikan Ini :