Rencana Pengembangan Ruas Jalan Akses Menuju Objek Wisata Desa Rindu Hati Perlu Ajuan Dari Pihak Desa

Bengkulu Tengah, Ramaonline.co –Salah satu program Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah yang tertuang dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) adalah mengembangkan objek wisata baik yang dikelolah oleh pihak Desa maupun Dinas maupun Pemkab.
Objek wisata Desa Rindu Hati merupakan destinasi pariwisata yang dikelolah oleh pihak Desa. Objek wisata tersebut diantaranya Glamping , Camping Ground, Tubing, Rock climbing, Persawahan,Telaga putri, Batu kapal. Destinasi wisata ini termasuk unik dan jarang ditemukan di daerah lain dalam Provinsi Bengkulu. Objek wisata ini mulai dbangun bulan Agustus 2020 dan dibuka untuk umum pada Tanggal 25 Desember 2020. Desa Rindu Hati yang terletak di Kecamatan Tabah Penanjung, termasuk Desa yang letaknya sanggat strategis di Provinsi Bengkulu karena pintu akses jalan berada di jalan nasional lintas tengah, secara geografis berada di tengah-tengah Provinsi Bengkulu dengan jarak tempuh dari Kota Bengkulu sekitar 40-50 menit. Propek kedepan lebih strategis lagi karena berada dekat dengan pintu jalan tol Bengkulu – Lubuk linggau. Jumlah pengunjung setiap minggu di objek wisata Desa Rindu Hati lumayan ramai, sekitar 200 oarng lebih. Pengunjung sendiri selain berasal dari daerah yang ada di Provinsi Bengkulu juga ada yang berasal dari luar Provinsi, misanya dari Lubuk linggau. Kendala bagi pengunjung yang mau menuju objek wisata Desa Rindu Hati adalah kondisi jalan Kabupaten tersebut masih relatif sempit buat pengendara roda empat meskipun sudah hotmix.
Kepala Bappeda Kabupaten Bengkulu Tengah Nirzawan Zahri saat dikonfirmasi diruang kerjanya, Senin (27/09) memaparkan bahwa jalan akses menuju objek wisata Desa Rindu Hati berstatus jalan milik Kabupaten yang sekarang memang hotmix akan tetapi kalau melihat frekuensi kendaraan yang keluar masuk dari Desa Rindu Hati ke simpang jalan nasional lintas tengah sudah sangat wajar untuk dilebarkan atau dikembangkan. Untuk pengembangn jalan Kabupaten ini tentunya banyak hal yang harus dilalui pertama dari pemeritah Desa sendiri dan mungkin juga ada terkait dengan pemerintah Desa lainnya yang berhubungan dengan ruas jalan yang akan dikembangkan. “Artinya disini perlu adanya ajuan atau usulan dari Desa. Karena apa, untuk pengembangan jalan ini akan memakan lahan kiri kanan jalan sebatas mana yang mau dikembangkan atau berapa meter, artinya.pemerintah Desa melalui BPD berkomunikasi pada pemilik lahan yang berada disekitar jalan yang akan dikembangkan dengan harapan mereka mau menghibahkan tanah yang nanti akan dijadikan ruas jalan. Ini perlu prosses, nah apabila proses pelepasan hak dari masyarakat yang ada disepanjang jalan tersebut itu suda selesai maka pihak Kabupaten akan merencanakan untuk memprogramkan dalam rangka perluasan pengembangan jalan tersebut” paparnya. (Hr)

Bagikan Ini :