Sampaikan materi soal “Best practise Rumah Sumsel” Riant, Waketum F-CSR Nasional disambut Aplaus para peserta Rakor

 

SumselMetropolis-Ramaonline.co…Kemaren Kamis (11/10)  Bertempat di Novotel Hotel Provinsi Lampung, dilaksanakan Rapat kordinasi Balai Penyediaan Perumahan Wilayah Sumatera V yang diselenggarakan secara Luring dan Daring, yang meliputi Provinsi Sumatera Selatan, Bangka Belitung dan Provinsi Lampung.

Rapat Koordinasi ini dihadiri oleh beberapa Perwakilan yakni:, Perwakilan Bappenas, Kementerian PUPR, Satker Balai Perumahan, Pokja PKP Sumsel, Pokja PKP Lampung, Pokja PKP Babel, Dinas Perkim Sumsel, Dinas Perkim Babel, Dinas Perkim Lampung, Bappeda Sumsel, Bappeda Babel, Bappeda lampung dan Dinas Perkim dan Bappeda Kabupaten Kota Se-Sumatera Selatan, Bangka Belitung dan Provinsi Lampung.

J Rianthony Nata Kusuma Ketua Forum CSR/TJSLBU Sumsel mewakili Provinsi Sumatera Selatan sekaligus sebagai pembicara dalam Rakor ini mendapatkan aplaus dan respon yang luar biasa dari para peserta yang hadir dengan Materi yang ia sampaikan berhubungan dengan Best Practise dalam Penyelesaian Bcklog Perumahan dan Penanganan Illegal Housing di Sumatera Selatan, karena Program Rumah Subsidi BP2BT Green Housing Sumsel sangat berperan dalam mengatasi permasalahan perumahan selama ini di Indonesia,

,“ Permasalahan perumahan saat ini sangatlah kompleks, sehingga perlu Sinergitas yg kuat, perlu kordinasi dan kolaborasi dengan semua stakeholder yang ada, pemerintah maupun pihak pengembang saat ini tidak bisa berjalan sendiri-sendiri tanpa pihak lain sebagai Fathner untuk saling menyokong seluruh kegiatan pengembangan Perumahan ini, saya termasuk salah seorang, katakanlah secara Personal bisa membantu pemerintah Daerah khususnya Provinsi Sumsel di sektor perumahan ini secara langsung, karena apa, Saya selain menjadi Ketua Forum PKP Sumsel , saya juga juga diamanatkan oleh kawan-kawan untuk memimpin Forum CSR Sumsel, sehingga saya bisa mengkolaborasikan dan mensinergikan berbagai pihak untuk mensukseskan program-program yang kami rancang sebelumnya, Tidak mudah memang mencarikan solusi untuk backlog perumahan, saya dengann Disperkim sumsel dan kementerian PUPR hampir 2 tahun , melakukan pertemuan-pertemuan, melakukan simulasi-simulasi, melakukan exercise, melakukan pendekatan dan sosialisasi sehingga dapat menyusun Puzzle-puzzle yg tercerai berai menjadi 1 puzzle yg utuh dan tersambung, Sebenarnya kebutuhan akan rumah subsidi nagi MBR ini didominasi oleh 75% sector, Informal / non fix income , tetapi justru mereka yg tidak dapat dilayani, karena tidak adanya Accesbility dan Affordability,  ini lah tugas kita Bersama,

Dalam menutup Materi akhirnya Riant menyampaikan,” Tahun depan Forum PKP Sumsel dan Forum CSR Sumsel juga akan fokus dalam penanganan Illegal Housing, Rutilahu dan bedah Rumah, saya akan bawa 3 permasalahan ini kedalam program Forum CSR Nasional, karena permasalahan ini akan berdampak pada masalah sosial, tentunya perlu peran pihak lain Non Pemerintah, katakanlah Perusahaan swasta dan pihak lainnya,” Tutup Riant.

 

Pewarta/Editor: a2mp

Bagikan Ini :