Soal banjir Mukomuko, Armansyah, “Solusinya ya normalisasi drainase” Sudah lama dibahas, Kendalanya ya Anggaran.

MUKOMUKO METROPOLIS-Ramaonline.co…Akibat dari intensitas dan tinggi nya curah hujan yang terjadi dalam kurun waktu beberapa hari ini di kabupaten Mukomuko yang tak kunjung berhenti, saat ini mulai terlihat dampak yang terjadi yakni banjir dibeberapa tempat baik itu di sentra Pelayan Publik, Infrastruktur, Rumah, Jalan dan Jembatan, hingga sektor pertanian.

Didesa Rawa Mulya Kecamatan XIV Koto sebanyak 108 Unit rumah terendam banjir akibat luapan sungai Pelokan, Banjir ini terjadi mulai Sabtu (18/9) hingga hari ini, Puluhan kepala keluarga yang terdampak diungsikan, Demikian Juga Rumah sakit Umum Daerah (RSUD) Mukomuko malam kemaren akibat tertutupnya drenase dua ruangan fital yakni Unit gawat darurat (UGD) dan Ruangan Laboraterium tergenang air hampir sebatas mata kaki orang dewasa dan kemudian Jembatan kayu di Jalan Lintas Sumatera (Jalan abrasi) ambruk diterjang banjir akibat kelebihan debit Air yang diduga berasal dari Drenase Salah satu Perkebunan didaerah tersebut.

Selain itu yang lebih memprihatinkan adalah, Puluhan hektar sawah di Desa Sumber Makmur kecamatan Lubuk Pinang yang sudah berumur 80 hari masa tanam, dan rencananya Tanggal 23 September besok akan diadakan Panen Raya yang dihadiri langsung oleh Kementerian, Dinas pertanian Provinsi Bengkulu dan pemkab Mukomuko  terancam gagal panen setelah sawah-sawah mereka terendam banjir dengan ketinggian mencapai 50-70 Cm.

Terkait masalah ini Ketua Komisi 3 DPRD Kabupaten Mukomuko Armansyah mengatakan, Penyebab banjir dikabupaten Mukomuko ini diantaranya adalah banyaknya terjadi penyumbatan pada drainase induk akibat tidak dilakukan normalisasi rutin dan kurangnya kesadaran Masyarakat untuk membersihkan drainase dilingkungan pemukiman,”Solusinya ya normalisasi, kita tidak bisa semata-mata menyalahkan Pemkab, masalah drainase ini sudah lama kami bahas dengan PUPR hanya saja kita tidak bisa berbuat apa-apa karena terkendala minimnya anggaran untuk itu dalam 2 tahun ini, nanti pada pembahasan RAPBD 2022 kami akan coba kembali membahas masalah ini” Ungkap politisi Gerindra ini.

Terpisah saat dihubungi Kadis PUPR Kabupaten Mukomuko Ruri Irwandi, ST. MT menjelaskan ,”Terjadinya banjir ini akibat luapan air yang mana debit airnya besar, kemudian terjadinya pendangkalan sendimen drainase sehingga drainase tidak mampu menampung jumlah air yang masuk, faktor lainnya adalah terjadinya genangan air, serta terjadinya penyumbatan gorong-gorong dan jembatan akibat pohon tumbang dan sampah-sampah Masyarakat, dan solusinya kita akan usulkan Kembali Anggaran untuk program normalisasi drainase dan Pembangunan drainase baru di tahun 2022,” Tutup Ruri.

 

Pewarta/Editor         : Arianto amp

Bagikan Ini :