Terlantar lebih 300 Hektar, Sawah diDesa Teramang Jaya tak diolah

Mukomuko-Ramaonline.co.id… Lebih dari tiga ratus Hektar Areal Persawahan di Desa Teramang Jaya, Kecamatan Teramang Jaya hingga saat ini dibiarkan terbengkalai tak diolah, melalui penyelusuran Tim Media ini Dua Hari yang lalu langsung kelokasi bersama beberapa Tokoh Masyarakat Desa setempat, Areal Persawahan ini sangat potensial, selain masih merupakan Riel Persawahan yang belum ditanami tanaman lain, Infrastruktur pendukungnya pun sudah siap hanya tinggal perbaikan Irigasi yang dibeberapa titik terdapat kerusakan ringan, dan perawatan siring yang tertutup semak belukar.

Areal Persawahan yang sangat luas ini dahulunya adalah merupakan Sawah Masyarakat yang diolah secara baik, tidak sedikit anggaran Pemerintah baik pusat maupun Daerah yang sudah dikucurkan di areal persawahan ini, dari mulai Pengadaan pintu Air, Siring permanen hingga Anggaran pengawasan Tim, Namun sangat disayangkan saat ini Areal ini hanya bisa ditanami beberapa tanaman saja oleh petani seperti Cabe dan tanaman lainnya.

Bukan tak beralasan para petani penggarap di Desa ini melakukan penanaman palawija lain selain padi, hal ini mereka lakukan karena keterbatasan air dari Pintu Air yang tidak tersalur masuk kedalam siring akibat rusaknya pintu air dan kondisi siring yang tak terawat sehingga tertutup semak dan semakin meninggi akibat lumpur dan tanah.

Demikian yang disampaikan Oleh salah seorang Tokoh Masyarakat Desa Teramang Jaya Nurdin yang didampingi oleh Sekretaris Desa Oki dilokasi, ” Kami berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Mukomuko yang dibawah kepemimpinan Pak Bupati H. Sapuan untuk bisa melihat kondisi ini, sangat disayangkan sawah yang seluas ini kita biarkan tak terurus, saya rasa kalau Pemerintah Daerah mau hanya sedikit saja anggaran yang dibutuhkan lagi untuk kembali mengaktifkan saluran air dan perawatan siring, kondisi semacam ini baru beberapa tahun ini saja terjadi, sebelum itu petani disini bertanam padi, karna setiap tahunnya Areal persawahan ini selalu mendapat perhatian dari PUPR Balai, dan setelah beberapa tahun baru tahun ini lagi kita dapat bantuan perbaikan penambahan siring permanen yang masih tersisa sekitar dua ratus meter atas prakarsa pak Kabid Pengairan Kabupaten Mukomuko”, Ujar Nurdin.

Hal senada juga disampaikan oleh salah seorang petani setempat Mas Senin, saat ditanyai apabila Bendungan irigasi ini kembali seperti semula diaktifkan dan Sirng-siring dialiri air kembali apakah para petani akan kembali bersawah, beliau mengatakan iya,”apabila bendungan sudah aktif seperti dulu kami akan segera turun kesawah dan bercocok tanam, lebih cepat lebih baik, karna sudah lama kami menunggu hal itu’, ungkap mas Senin.

Pewarta: Gemi JR

Penulis/Editor: Arianto amp

Bagikan Ini :