Tradisi Nuju Likur PEMDA Bengkulu selatan Ikut meriakan dilapangan bersama warga Bengkulu Selatan

Bengkulu Selatan |Ramaonline.co

“Lebih kurang 1000 lanjaran “Runjuk Batok Kelapa” dibakar untuk memperingati malam nujuh likur (7 likur). Bakar Runjuk ini gelar Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan yang dipusatkan di Lapangan Sekundang Kota Manna, Kamis (28/04/2022) malam.


Bupati BS Gusnan Mulyadi bakar runjuk
Tradisi Malam Tujuh Likur dengan membakar runjuk ini telah ada sejak dahulu yang selalu diperingati masyarakat Bengkulu Selatan pada setiap malam ke 27 di bulan ramadhan.

Akan tetapi akhir-akhir ini tradisi bakar runjuk yang terbuat dari batok kelapa dengan lanjaran sebatang kayu itu mulai terkikis habis karena ditelan kemajuan jaman.

Masyarakat BS teihat antusias ikut memeriahkan bakar runjuk
Namun pada malam ke 27 bulan Ramadhan 1443 H tahun 2022 masyarakat Bengkulu Selatan terlihat sangat antusias ikut memeriahkan bakar runjuk yang digelar Pemkab Bengkulu Selatan.


Ibu Bupati Lena Gusnan Mulyadi ikut membakar runjuk
Bupati Bengkulu Selatan Gusnan Mulyadi, SE mengatakan, tradisi bakar runjuk ini adalah sebuah tradisi turun temurun masyarakat Bengkulu Selatan.

“Orang Bengkulu Selatan menyebutnya malam nujuh likur, yaitu malam ke 27 di bulan ramdhan,” kata Bupati Gusnan Mulyadi.

Dengan terlihatnya masyarakat cukup antusias dalam memeriahkan malam nujuh likur ini serta untuk menjaga adat budaya Bengkulu Selatan, Bupati Bengkulu Selatan berencana pada bulan Ramadhan berikutnya akan menggelar bakar runjuk secara serentak di Bumi Sekundang Setungguan itu.

“Saya ucapkan terimakasih kepada masyarakat Bengkulu Selatan yang cukup antusias untuk hadir dalam memeriahkan malam nujuh likur pada bulan Ramdhan 1443 H tahun 2022 ini. Untuk menjaga dan melestarikan adat budaya, kedepannya akan kita gelar bakar runjuk Akbar mulai dari desa hingga ke pusat perkotaan,” demikian Gusnan Mulyadi.(Toni)

Editor : Redaksi

Bagikan Ini :